Tes Ujian Kasun Di Desa Punggul Dlanggu Mojokerto, Warga Tuding Ada Dugaan Jual Beli Kunci Jawaban

Foto Dok. Ujian tes Kasun di Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu

MOJOKERTO (Pewarta88.com) – Telah usainya ujian tes Kepala Dusun (kasun) di Desa Punggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Ujian tes yang digelar tanggal 16 Maret 2022 yang lalu menjadi bahan omongan miring oleh warga setempat. pasalnya, hasil nilai tertinggi sang peserta calon kasun dituding ada dugaan jual beli kunci jawaban.

Pengakuan DP, salah warga Desa Punggul menjelaskan kepada majanews.com bersama media lain, peserta calon kasun yang bernama LNS telah mendapkatkan nilai tidak logika. Menurutnya, Nilai yang ia dapat di dua materi pelajaran masing-masing dapat nilai sokheh alias 100 persen benar.

“Kecurigaan kami adanya dugaan jual beli kunci jawaban paling menonjol adalah di nilai yang telah didapatkan LNS, dia dapat nilai  agama 100, dan bidang pemerintahan juga sama 100, kan itu benar semua,” paparnya saat memberi keterangan, dan dirinya meminta nama tidak ditulis , Jumat (25/3/2022).

Lebih lanjut, untuk nilai lain yang didapat LNS bidang materi bahasa indonesia 92, matamatika 90, pengetahuan umum 96, dengan total nilainya 478, LNS masuk katagori peringkat satu.

“Peserta calon lain mendapatkan nilai jauh dibandingan LNS, tidak ada separuhnya bila ditotal. Ini coba dilihat, untuk ujian bidang pemerintahan, SU dapat nilai 50, MH dapat nilai 45, IF 35. Kan jauh sama LNS, dia dapat nilai 100,” jelasnya sambil menunjukan hasil rekap ujian kasun Janti, Desa Punggul, dirinya juga ditemani warga setempat saat memberikan keterangan.

Warga Punggul tersebut menambahkan, ia akan melakukan upaya sanggahan atas terjadinya dugaan dugaan kecurangan tentang Pilkasun di Desanya tersebut.

“Kan saat ini belum di lantik yang nilainya peringkat satu itu, jadi kami akan koordinasi dengan aktivis aktivis yang peduli ketidakadilan yang ada di mojokerto atau jawa timur. Untuk selanjutnya pasti kami akan melayangkan surat ke Aparat Penegak Hukum (APH),” tambahnya.

Namun, yang membuat berfikir negatif mendalam warga Desa Punggul adanya dugaan kuat jual beli kunci jawaban pilkasun adalah, peserta yang bernama LNS dikabarkan sakit di hari H-1. Disaat ujian dimulai LSN bisa mengerjakan soal dengan nilai peringkat satu.

Samsul, Camat Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Saat dikonfirmasi terkait ujian kasun di Desa Punggul.

Terpisah, adanya hal itu Samsul Camat Dlanggu, Kabupaten Mojokerto saat dimintai keterangan oleh majanews.com bersama media lain mengatakan, pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur.

“Camat tidak ada kewenangan lain, hanya pembuatan soal. Itupun saya membuat tidak sama dengan wilayah lain, H min satu dibuat di balai desa. suatu contoh bank soal, kalau sudah diambil satu selanjutnya di berikan kepada perumus. Dan di cetak dan di awasi semua unsur,” jelasnya, saat ditemui di puskesmas Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jumat (25/3/2022).

Lebih lanjut, semua proses di dukmentasi  dengan rapi, hp semuanya di seterilkan. Dan kuncinya berkas soal tes di bawa oleh kapolsek. Paginya mulainya tes baru kunci berkas soal tes yang tersimpan rapi di buka bersama-sama.

“Hari ini yang titip-titip tolong uang diambil, itu disaat pembekalan peserta saya sampaikan, karena saya menegakkan integritas. Jadi sekali lagi saya ingatkan, kalau tidak diambil ada Pak Kapolsek. Jadi apabila terjadi nitip uang bisa langsung di proses,” katanya.

Camat Dlanggu menambahkan, dapatnya nilai peserta LSN calon kasun 100 Camat juga sempat shok. Dirinya sempat kaget.

“Saya tanya kepada teman-teman, siapa yang dapat nilai 100 itu. Mantunya pak tulus, ternyata memang anaknya pintar, kata teman-teman seperti itu,” jelasnya.

Perlu disampaikan, apa yang menjadi penjelasan Camat Dlanggu tentang peserta tes calon kasun bernama LNS mendapatkan nilai peringkat satu disebutkan mantu (menantu) Pak Tulus, ia adalah pejabat yang ada di Pemerintahan Kabupaten Mojokerto yang sudah pansiun.(ben/tim)

Streaming Prodak Media Grup Markaz



Baca juga;

Pembenahan Atap Gedung Aula Kelurahan Ganung Kidul Nganjuk Belum Jelas