DPUPR Kabupaten Mojokerto Tuntaskan Perbaikan Jalan Kepuhanyar–Ngimbangan, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Proyek jalan penghubung Kepuhanyar–Ngimbangan yang menghabiskan anggaran APBD Kabupaten Mojokerto sebesar Rp3,8 miliar.

MOJOKERTO, (Pewarta88.com) – Pembangunan jalan cor beton yang menghubungkan Kepuhanyar dan Ngimbangan kini telah rampung. Warga setempat pun mulai menikmati kenyamanan infrastruktur baru tersebut.

Kolik, salah satu pengguna jalan, mengaku bersyukur atas perubahan ini. Pengguna jalan lainnya juga merasa senang, karena perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

"Saya sering melintas di sini untuk jual-beli padi. Sekarang saya tidak khawatir lagi sepeda motor terperosok lubang atau terguncang di jalan bergelombang", kata Kolik yang mengaku warga keweden saat ditemui awak media di warkop tidak jauh dari TKP, pada Selasa (14/7/2026).

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Hendri Surya, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026, pihaknya menangani puluhan ruas jalan. Salah satu prioritasnya adalah pengerasan jalan penghubung Kepuhanyar–Ngimbangan yang menghabiskan anggaran APBD Kabupaten Mojokerto sebesar Rp3,8 miliar.

Nahkoda Bina Marga juga menegaskan pekerjaan yang digarap CV ALFI JAYA ini berlangsung selama 150 hari kalender dan kini telah selesai, sehingga dapat langsung dimanfaatkan masyarakat luas.

“Ruas ini sebelumnya hanya berlapis aspal yang sudah rusak parah, berlubang, dan menggelombang. Banyak keluhan dari pengguna jalan. Kini kami sulap menjadi konstruksi beton agar arus lalu lintas lebih lancar dan diharapkan berdampak positif terhadap roda ekonomi sosial masyarakat,” ujar Hendri, Selasa (14/7/2026).

Proyek jalan penghubung Kepuhanyar–Ngimbangan yang menghabiskan anggaran APBD Kabupaten Mojokerto sebesar Rp3,8 miliar.

Menurutnya, jalan ini sering dijadikan jalur alternatif kendaraan dari Bypass menuju Mojosari, begitu pula sebaliknya. Tak jarang, kendaraan bermuatan besar turut melintas, sehingga konstruksi beton dinilai lebih kuat dan tahan lama.

“Sesuai desain teknis, ketebalan cor mencapai 35 sentimeter dengan urukan 10 sentimeter. Total ada tambahan ketinggian sekitar 45 sentimeter. Dengan spesifikasi ini, jalan beton dipastikan lebih awet,” terangnya.

Hendri juga mengaku terbantu dengan keberadaan jalan baru ini, apalagi lokasinya berada di tengah kawasan persawahan. “Saya jadi tidak khawatir jika ada kegiatan malam hari, kendaraan dinas tidak bakal rusak akibat lubang. Sekarang jalannya mulus, sangat mendukung mobilitas pegawai dan aktivitas warga sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, volume kendaraan yang melintas tergolong tinggi, baik siang maupun malam. Dengan meningkatnya jumlah pengguna jalan, ia berharap usaha mikro di sekitar, seperti pedagang kuliner, warung kopi, dan PKL, ikut kebanjiran rezeki.

“Semoga dengan ramainya lalu lintas, dagangan mereka semakin laris,” pungkasnya, (ben/adv).