LSM GAKK Menilai Molornya Pembangunan Jembatan Kelurahan Ngronggot Bisa Dikatakan Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Merugikan

Jembatan yang ada di Desa Kelurahan kecamatan Ngronggot yang menjadi sorotan LSM GAKK, dikarnakan molornya pekerjaan.

NGANJUK (Pewarta88.com) – Pembangunan jembatan yang ada di akses jalan Desa Kelurahan Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. telah mendapat sorotan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK) DPD Nganjuk. Dikarnakan progres pengerjaan proyek tersebut masih mencapai 65%.

Informasi yang diterima redaksi pewarta88.com, Proyek anggaran APBD 2022 Pemerintahan Nganjuk yang menjadi bahan omongan miring para aktivis Nganjuk dalam pekerjaan yang sudah melampui batas kontrak 120 hari (4 bulan), dan divonis waktu kontrak kerja habis sejak tanggal 10 november 2022 yang lalu.

Adanya hal itu, tim pewarta88.com bersama LSM GAKK melakukan penelusuran di lokasi yang menjadi sorotan Aktivis tersebut. Terlihat sejumlah 7 pekerja tampak melakukan pemadatan tanah di bahu jembatan secara manual. Pada Rabu (16/11/2022).

Molornya proyek jembatan Kelurahan Kecamatan Ngronggot, Sumarno, Ketua LSM GAKK DPD Nganjuk, mengecam keras terjadinya hal itu, menurutnya dampak dari molornya hingga lambatnya pekerjaan ini sudah bisa dinilai hal melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan merugikan dari beberapa pihak, baik pengguna jalan maupun masyarakat lain.

Papan proyek jembatan desa kelurahan kecamatan ngronggot.

“Yang jelas merugikan masyarakat, pada umumnya masyarakat bisa menikmati infrastruktur yang telah di sepakati dalam kontrak kerja,” tegas ketua LSM tersebut kepada pewarta88.com saat di temui di markaz pribadinya, Rabu (16/11/2022).

Lanjut Ketua LSM GAKK, pihaknya tidak menjatuhkan atau mungkin menyudutkan pihak kontraktor, melainkan ini fakta sesuai apa yang dirinya lihat dan ddengarkan.

“Saya perihatin adanya informasi keterlambatan pembayaran gaji untuk pekerjaanya yang molor hampir 2 minggu, dan juga saya dengar para pekerja proyek sempat mogok kerja, kan ya kasihan. sebagai kuli bangunan dalam setiap hari menafkahi dan mencukupi kebutuhan anak dan istrinya kok sampai lambat untuk menggaji,” sambungnya.

Masih LSM, menurutnya pekerjaan jembatan itu memakai pekerja 20 sampai 15 orang agar cepat selesai dalam membangunan, tetapi fakta di lapangan cuman ada 7 pekerja dalam setiap harinya.

Sumarno, Ketua LSM GAKK DPD Nganjuk.

“Makanya pekerjaan jembatan tersebut terkesan lambat. dan saya melihat hari ini rabu 16 november 2022, tanah urug untuk pemadatan itu sebenarnya dikerjakan excavator biar cepat dan mudah, namun faktanya di kerjakan secara manual oleh para pekerja proyek, ya jelas ini memperlambat pekerjaan,” papar Sumarno.

Menurut Sumarno Ketua LSM GAKK, sebenarnya alokasi anggaran dari APBD yang di peruntukan untuk jembatan Kelurahan Ngronggot cukup besar hingga mencapai Delapan Ratus Juta Rupiah Lebih, namun dirinya menilai ada ketidakseriusan dalam pengerjaan.

“Suwatu misal beberapa bahan material atau yang lain lambat dalam pengiriman, kami selaku kontrol sosial akan selalu mengawasi pekerjaan jembatan sampai tuntas, akan terus kita pantau dan bahkan akan kami jadikan bahan untuk ujuk rasa dalam peringati hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 09 Desember 2022,” ungkapnya.

Perlu diinformasikan, beberapa minggu yang lalu pewarta88.com mengkonfirmasi kepada Ony Kabid Bina Marga DPUR Kabupaten Nganjuk. Dalam penyampaian Ony untuk agenda rapat tentang jembatan yang ada di Desa Kelurahan pihak CV telah bersedia menyelesaikan jembatan hingga selesai 100%, dan itupun di tuangkan dalam berita acara.

“Dalam rapat tersebut penyedia jasa kontruksi masih "sanggup" guna menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas 100 persen walaupun melewati jangka waktu pelaksanaan dengan konsekuwensi denda berjalan hingga terhitung 50 hari kalender,” jelas pejabat PUPR Kabupaten Nganjuk.(mrn/tim)